MAKALAH PEMBUATAN BAKPAO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Laporan
penelitian ini kami buat untuk memenuhi tugas Biologi. Dengan dibuatnya laporan penellitian ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan dari pembaca.
Bakpao (Hanzi: 肉包, hanyu pinyin: roubao)
merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia
karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di
Indonesia. Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging.
Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam,
sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang
hijau,dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan
kehpao. Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan
isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”,
Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging. Untuk membedakan
bakpao tanpa daging (vegetarian) dari bakpao berdaging biasanya di atas bakpao
diberi titikan warna.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana cara pembuatan Bakpao?
- Berapa lama proses pembuatan Bakpao?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengembangkan proses bioteknologi pada pembuatan
Bakpao.
1.4 Hipotesis
Metode pembuatan ini dipilih berdasarkan proses yang sering dilakukan oleh masyarakat. Sehingga dapat dengan mudah dibuat dan bahan dasar mudah diperoleh di lingkungan
sekitar.
.
BAB II
PERCOBAAN
2.1 Alat dan Bahan
- Terigu
- Telur
- Garam
- Fermifan
- Air hangat
- Mentega
- Selai Kacang hijau
- Selai Cokelat
- Baskom
- Lap
- Kain
- Panci
- Kompor
- Piring
- Sendok
- Dan-dang
2.2 Prosedur Percobaan
1.
Siapkan Alat dan Bahan yang akan
diguunakan
2.
Masukan fermifan 1
sendok makan dan garam secukupnya kedalam 1kg
Terigu
3.
Tambahkan tepung gula 2 sendok makan,
tambahkan 3 butir telur merah.
4.
Tambahkan ±200cc air hangat sedikit demi
sedikit.
5.
Tambahkan margarine 200gr, campurkan dan
aduk semua bahan tersebut sampai merata dan terbentuk adonanan yang kalis, tutup
dengan kain basah.
6.
Biarkan adonan mengembang ±30 menit.
7.
Kemudian bentuk adonan menjadi bulat
bakpao, masukan kedalam dan-dang, kukus
±20 menit.
8.
Bakpao siap dihidangkan J
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Sejarah Bakpao
Sejarah Bakpao sendiri berasal
dari salah satu bagian kecil dari roman terbaik sepanjang masa, Sānguó Yǎnyì.
Zhuge Liang (181 – 234) adalah salah satu ahli strategis terbaik China, juga
sebagai perdana menteri, insinyur, ilmuwan, dan penemu legendaris bakpao.
Cerita ini berawal pada zaman
tiga negara (sam kok) ketika terjadi pemberontakan besar-besaran di daerah
selatan Tiongkok, perdana menteri Tiongkok saat itu, Zhuge Liang meminta izin
kepada kaisarnya, Liu Chan untuk menumpas pemberontakan di selatan itu,
terkenal dengan sebutan ‘The Southern Campaign’ – Suku selatan itu disebut juga
‘Nanman’ atau ‘orang barbar dari selatan’. Raja di daerah selatan yang
memberontak itu bernama Meng Huo.
Tak lama setelah Liang sampai di
daerah selatan itu, Liang sudah mengalahkan Meng Huo 7 kali dan membebaskan 7
kali juga, dimana pada saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah
dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Shu Guo (saat itu belum ada
sebutan Zhong Guo karena Tiongkok masih terpecah menjadi tiga negara: Shu, Wu,
Wei).
Setiap kali membebaskan Meng
Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jenderal-jenderalnya: “ Kenapa dia
dibebaskan ? Bagaimana jika dia memberontak lagi? ”, Liang dengan tenang
menjawab: “ Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan
tanganku dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya ”
Zhuge Liang tahu jika Meng Huo
ditangkap dan dibunuh, akan ada pengganti Meng Huo lainnya dan memberontak ke
Shu, karena itu dia pikir lebih baik membuat pemimpin daerah selatan yang
berpengaruh ini berpihak kepadanya dan Meng Huo bisa memimpin daerah selatan
untuk setia kepada Shu.
Pada peperangan yang terakhir,
yang ketujuh kalinya, Zhuge Liang membuat Meng Huo masuk ke lembah yang
dikelilingi pegunungan. Dilembah itu Liang menaruh kereta pengangkut makanan.
Ketika melihat kereta itu, Meng Huo langsung tertarik dan memimpin pasukannya
masuk ke lembah itu.
Setelah pasukan Meng Huo
mendekati kereta pengangkut makanan itu, ternyata kereta itu tidak berisi
makanan melainkan bubuk mesiu! Langsung saja pasukan Shu yang sudah menunggu di
kaki gunung memanah kereta-kereta yang penuh bubuk mesiu itu dengan panah api.
Terjadi ledakan besar-besaran di lembah itu, dan dalam sekejap lembah itu
menjadi lautan api yang menewaskan hampir semua pasukan Meng Huo.
Kemenangan ini tidak membuat
Liang senang, ia hanya agak menyesali: “Jasaku sangat besar kepada negara,
namun dosaku juga sangat besar kepada Langit(Tian/Tuhan); semoga Langit
berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan
negara.” Setelah kejadian ini, Meng Huo kembali ditangkap pasukan Liang.
Ketika Liang menemui Meng Huo,
ia langsung melepaskan ikatan tali Meng Huo dan berkata: “ Silahkan anda pergi
lagi dan mempersiapkan pasukan baru anda untuk bertarung kembali ”. Mendengar
itu Meng Huo terharu dan berkata: “ Tujuh kali tertangkap, tujuh kali juga
dibebaskan! Kejadian seperti ini seharusnya tidak pernah dan tidak akan
terjadi!! Meskipun aku tidak punya adat istiadat, aku masih punya upacara
keagamaan yang masih menjunjung etika. Tidak, aku tidak sehina itu! ” Setelah kejadian
ini, suku selatan tidak pernah memberontak lagi kepada Shu.
Ketika dalam perjalanan akan
kembali ke Cheng Du (ibu kota Shu), Zhuge Liang harus melewati sungai besar. Di
sungai itu Liang tertahan karena selalu saja ada gelombang besar dan badai ketika
pasukan Shu akan menyeberang. Zhuge Liang kemudian meminta pendapat Meng Huo
yang ikut mengantar Liang dan Meng Huo berkata: “Sejak zaman nenek moyang kami,
orang yang ingin melewati sungai itu harus melemparkan 50 kepala manusia untuk
persembahan kepada roh sungai ”
Karena Liang tidak mau membuat
pertumpahan darah lagi, ia membuat kue yang menyerupai kepala manusia: bulat
namun rata didasarnya, dan kue ini disebut bakpao (baozi). Sekarang, meskipun
banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh
dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup
menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Bakpao adalah
salah satu makanan hasil fermentasi, bakpao adalah salah satu makanan dari
China, terbuat dari adonan tepung terigu yang difermentasikan oleh fermifan. Pembuatan
bakpao membutuhkan waktu ±3jam dari mulai membuat adonan hingga pengukusan di
dan-dang. Prosesnya terbilang sukup singkat karena bahan-bahan yang digunakan
pun sederhana dan mudah didapat, tidak membutuhkan waktu lama selama proses
fermentasi.